Selasa, 28 Oktober 2014

Cegah Kebosanan Proses Belajar, SGI Dompet Dhuafa Ajak Guru Lebih Kretif

Diposting pada label:



Pandeglang, DDBanten – Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas bisa diibaratkan sebuah pertunjukan di mana guru adalah sutradara. Rencana pembelajaran yang telah dibuat guru adalah naskah dan cara naskah itu dibawakan adalah strategi mengajar yang diapakai oleh guru. Kedua hal tersebut penting dalam menghasilkan pertunjukan yang menarik.

Hal tersebut mendasari guru-guru dari Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa melaksanakan sebuah kegiatan pelatihan guru yang bertajuk Kelasku Istanaku, (23/10). Pelatihan ini diikuti sekitar 60 guru Sekolah Dasar di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Berperan sebagai trainer dan fasilitator dalam pelatihan tersebut yaitu Azizah dan Muhammad Asyari dari Tim Guru Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa.

Dalam pelatihan tersebut guru diajak untuk bisa kreatif mengemas kelas sehingga kelas terasa nyaman bagi siswa dalam mengiuti pembelajaran. Para pemateri menyampaikan kepada guru-guru beberapa cara agar kelas menjadi hidup dan tak membosankan bagi siswa. Kelas sebagai tempat terlama kegiatan pembelajaran benar-benar dirasakan sebagai istana oleh peserta didik dan juga guru.

Salah satu materi yang disampaikan yaitu teknik display atau dekorasi ruang kelas. Materi ini dirasa perlu karena suasana ruang kelas yang polos kerap membuat siswa merasa jenuh selama proses pembelajaran.

Suhaemi, guru SDN Cimanggu 2 mengaku berterima kasih kepada tim trainer dari SGI yang sudah bersedia berbagi ilmu tentang display. “Terima kasih banyak atas materi yang sangat bermanfaat ini. Saya belum pernah mendapatkan materi ini sebelumnya. Insya Allah pengetahuan ini akan saya terapkan di sekolah dan berharap anak-anak dapat belajar lebih bersemangat,” ujarnya.

Ari, team leader SGI Dompet Dhuafa Kabupaten Pandeglang menjelaskan, pelatihan ini merupakan materi suplemen bagi guru-guru dalam menjalankan kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. “Ini adalah salah satu implementasi dari Kurikulum 2013, di mana pengajar dituntut untuk lebih kretif. Melalui pelatihan ini kita berharap guru dan murid dapat menciptakan susara belajar yang nyaman dan cerita. Dengan demikian pelajaran akan lebih mudah diserap oleh anak-anak,” pungkasnya. [*]

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru