Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Februari 2015

Bersama Tangani Masalah Pengangguran, Dompet Dhuafa Banten dan ENTER Jalin Kerjasama

Diposting pada label: ,


Pincab DD Banten Abdurrahman Usman dan owner Enter English Center Dace foto bersama usai penandatanganan nota kerjasama di Cilegon, Banten.
CILEGON — Salah satu isu yang masih menjadi perhatian di Banten adalah persoalan tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, per Agustus 2013 jumlah pengangguran mencapai 509 ribu jiwa (sumber: Antara). Hal ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama angka kemiskinan yang terus naik. Tak hanya itu, fakta ini berpengaruh  pada stabilitas sosial yang semakin rawan, terlebih tantangan global di masa mendatang akan semakin sulit bagi usia produtif di Banten, jika tidak ditopang dengan skill mampu bersaing. 

Beranjak dari persoalan tersebut, Dompet Dhuafa  (DD) Banten  melalui program Institut Kemandirian terus berupaya melahirkan insan-insan tangguh yang tidak sekadar memiliki kemampuan yang marketable namun juga memiliki visi ke depan yakni melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang berkarakter.

“Alhamdulillah, program ini (Institut Kemandirian. Red) mendapat dukungan dari masyarakat Banten, di antaranya pada Januari 2015, lembaga kursus bahasa Inggris ENTER bersama DD Banten menjajaki kerjasama,” ujar Pimpinan Cabang DD Banten Abdurrahman Usman. 

Sinergi ini, kata Usman, terjalin dikarenakan antara DD Banten dan ENTER memiliki visi yang sama dalam upaya memberikan solusi pada persoalan pengangguran di Banten. “Intinya kita bersama-sama mencari jalan keluar dari persoalan pengangguran serta membantu masyarakat dhuafa untuk dapat hidup layak dan terbebas dari kemiskinan,” tambahnya.

Kerjasama DD Banten dan ENTER ini terjalin dalam bentuk pemberian beasiswa bagi calon siswa yang memiliki semangat juang yang tinggi untuk mahir berbahasa Inggris serta memiliki dan mau membangun jiwa enterspreneurship. “Konsepnya adalah ENTER akan menyisihkan 5% infak/zakat perusahaannya setiap bulan untuk disalurkan melalui DD Banten, melatih kemampuan berbahasa Inggris dan kewirausahaan penerima manfaat (dhuafa), serta kursus gratis bagi amil,” imbuh Usman. [Setiawan Chogah]

Diposting oleh Dompet Dhuafa Banten03.22

Minggu, 02 November 2014

Tingkatkan Kualitas Guru di Banten, SGI Dompet Dhuafa Luncurkan Saung Guru

Diposting pada label:


PANDEGLANG, DDBantenKurikulum berganti di hampir setiap pergantian kepemimpinan. Hal tersebut tentu menuntut guru untuk selalu open minded dan survive terhadap perubahan-perubahan tersebut. Guru adalah ujung tombak kurikulum. Berhasil atau tidaknya sebuah negara dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional tergantung dan terletak pada kemampuan guru menerjemahkan kurikulum ke ruang-ruang kelas.

Guru dituntut untuk selalu belajar dan meng-upgrade kemampuan dan pengetahuan untuk mampu mengimbagi perubahan tersebut. Melihat hal tersebut, guru-guru yang tergabung dalam Tim Guru Muda Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa daerah penempatan Kabuaten Pandeglang meluncurkan sebuah program yang dimaksudkan sebagai wujud partisipasi dalam rangka meningkatkan kualitas guru di daerah-daerah terpencil.

Program tersebut bertajuk “Saung Guru” yang di mana program ini berisi program-program pelatihan dan workshop serta pendampingan yang diperuntukkan bagi guru-guru Sekolah Dasar di daerah penempatan Guru SGI Dompet Dhuafa.

Launching program ini bertempat di SDN Banyuasih 1 dengan dihadiri sekitar 40  guru dari 4 Sekolah Dasar (SD) di gugus Banyuasih. Hadir juga ketua KKKS Kecamatan Cigeulis Waryo, S.Pd dan juga pengawas TK/SD Kecamatan Cigeulis Ma’mun.

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Banyuasih, Kardio, S.Pd didaulat untuk me-launching dan meresmikan program ini.  Dalam sambutannya, kardio menyampaikan harapan program yang digagas guru SGI ini mampu berjalan dengan baik untuk mendampingi guru dalam melaksanakan tugas sebagai guru sebaik-baiknya. “Kami menyambut baik program yang digagas oleh guru SGI Dompet Dhuafa. Kami masih butuh materi suplemen untuk menunjang tugas kami para guru di sekolah.

Pengawas TK/ SD Kecamatan Cigeulis mendukung program ini. “Semoga berjalan  lancar dan benar-benar  mampu menjadi ruang diskusi bagi guru-guru sambil bersantai seperti di Saung,” kata Pak Ma’mun.
 
Ari, team leader SGI Pandeglang menyampaikan bahwa program ini bertujuan menjadi wadah diskusi antar guru-guru di tingkat  Sekolah Dasar (SD), menambah pemahaman guru-guru terkait materi-materi seputar pendidikan serta menumbuhkan kecintaan guru untuk berdiskusi dan belajar dalam rangka peningkatan dan pengembangan keprofesionalan guru. Lebih lanjut disampaikan bahwa program ini mempunyai target jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek yaitu berupa pemberian pelatihan dan workshop kepada guru-guru dengan materi-materi seperti Kurikulum 2013, Guru Kreatif, Kelas Kreatif, Psikologi Pendidikan dan materi-materi lain seputar dunia pendidikan. Jangka panjangnya yaitu nantinya diharapkan program ini mampu menjadikan satu atau lebih satuan pendidikan (sekolah) sebagi pilot project atau sekolah percontohan yang akan dibina secara intensif dan berkelanjutan selama program penempatan guru SGI. [*]

Diposting oleh Dompet Dhuafa Banten23.44

Rabu, 29 Oktober 2014

Dompet Dhuafa "Membuka Mata Hati" Sampai ke Ujung Kulon

Diposting pada label:

Masyarakat Tunggal Jaya, Ujung Kulon, menerima bantuan keranda dari Dompet Dhuafa.


PANDEGLANG, DDBanten — Melayani masyarakat dengan keikhlasan dan menyaksikan kebahagiaan para penerima manfaat adalah kepuasan batin yang selalu ingin dicapai oleh para amil Dompet Dhuafa. Dengan niat menebar manfaat, tim Dompet Dhuafa Banten dan Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan keranda dan pakaian layak pakai di Kp. Cipining, Desa Tunggal Jaya, Kec. Sumur, Pandeglang, Banten, (23/10).

Desa Tunggal Jaya adalah salah satu desa terujung di bagian barat pulau Jawa yang berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Meski harum dengan potensi wisatanya, namun akses menuju wilayah Banten Selatan itu tak seharum nama Ujung Kulon yang telah masyur sejak lama. Para amil Dompet Dhuafa harus menempuh kurang-lebih 6 jam perjalanan dari Kota Serang. Kondisi jalan yang berlubang serta berliku dan penuh turunan-tanjakan menjadi tantangan para amil dalam mencapai tujuan mulia untuk bertemu dan membantu masyarakat Tunggal Jaya.

Bantuan keranda dinilai sangat tepat, pasalnya masyarakat desa ini masih menggunakan batang pisang untuk kegiatan memandikan jenazah ketika ada warga desa yang meninggal.

“Selama ini kami masih menggunakan gedebong pisang, kalau musim panas, nyari gedebong agak susah,” ungkap Hasan Basri, salah satu tokoh masyarakat Desa Tunggal Jaya.

Dengan bantuan keranda dengan material stailess, diharapkan masyarakat dapat membantu masyarakat. “Alhamdulillah, tadi udah diajarin cara ngegunainnya sama ustadz. Alat ini insya Allah akan sangat bermanfaat bagi kami, juga bagi saudara-saudara kami di desa lain yang bila ada kemalangan bisa menggunakan alat ini,” tutur Hasan dalam logat Sunda Banten.

Dompet Dhuafa Banten juga menyalurkan 50 pasang pakaian, beberapa di antaranya berupa seragam sekolah untuk anak-akan yatim dhuafa. Ke depannya, Dompet Dhuafa Banten akan terus berupaya melayani masyarakat dhuafa salah satunya pengoptimalan layanan pemulasaran jenasah 24 jam.

Program-program pelayanan yang diberikan Barzah di antaranya Layanan Antar Jemput Jenazah, Quick Respon, Pelatihan Pengurusan Jenazah, dan Santunan Paket Kain Kafan. Barzah melayani hingga ke seluruh provinsi di pulau Jawa dan wilayah Lampung.

“Selain dari pulau Jawa dan wilayah Lampung, kita tidak bisa meng-cover, karena jangkauan jarak jauh yang memakan waktu yang lama ini tidak baik untuk kondisi jenazah,” ujar Ustadz Madroi, Manajer Program Barzah Dompet Dhuafa.

“Jadi, bagi warga Banten yang kesulitan dalam memulangkan jenazah dari Rumah Sakit karena terkendala jarak dan biaya ambulans, silakan menghubungi Barzah Dompet Dhuafa, insya Allah kita akan bantu,” tambah Madroi.

Madroi berbagi cerita mengenai pengalaman dan suka dukanya bersama tim Barzah saat menjalankan program-program Barzah. Pengalamannya saat bersama tim menjalani program Layanan Antar Jemput Jenazah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), terlihat banyak sekali keluarga menangis histeris hingga ada yang pingsan karena saat keluarganya meninggal dunia, biaya antar jenazah dengan menggunakan ambulan rumah sakit sangat mahal, apalagi jika jenazah diantar ke kampung halamannya.

“Biaya ambulans ternyata sampai lebih dari Rp 4 juta, sedangkan ia orang tak mampu, ditambah lagi dengan biaya beban ambulans. Alhamdulillah mereka juga tahu ada akses meminta layanan kita, dan kita datangi Itu kita gratiskan, sampai ke kampung halaman,” jelasnya.

Terlepas dari pengalaman tersebut, Madroi bersama tim lainnya merasa sangat bahagia dan tak ada beban dalam menjalankan tugas tersebut. Menyampaikan amanah dari dana yang diberikan donatur kepada Dompet Dhuafa untuk menjalani program Barzah merupakan nikmat tersendiri.

“Menjalankan program Barzah Dompet Dhuafa juga merupakan ibadah, artinya kami sangat senang membantu sesama dan menyampaikan amanah donatur,” ungkapnya.

Sebenarnya, program yang mulai berjalan pada 2012 ini tidak menyasar orang miskin saja. Kaum berpunya pun dapat memanfaatkan layanan ini, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga pemakaman. Hal ini didasari di kawasan perkotaan seperti Jakarta, masih banyak masyarakat yang bingung bagaimana memperlakukan keluarganya yang wafat secara Islami. Namun, jika mereka ingin berinfak melalui Dompet Dhuafa tentu akan diterima sebesar apapun, alias tidak ada tarif. [*]

Diposting oleh Dompet Dhuafa Banten20.54

Selasa, 28 Oktober 2014

Cegah Kebosanan Proses Belajar, SGI Dompet Dhuafa Ajak Guru Lebih Kretif

Diposting pada label:



Pandeglang, DDBanten – Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas bisa diibaratkan sebuah pertunjukan di mana guru adalah sutradara. Rencana pembelajaran yang telah dibuat guru adalah naskah dan cara naskah itu dibawakan adalah strategi mengajar yang diapakai oleh guru. Kedua hal tersebut penting dalam menghasilkan pertunjukan yang menarik.

Hal tersebut mendasari guru-guru dari Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa melaksanakan sebuah kegiatan pelatihan guru yang bertajuk Kelasku Istanaku, (23/10). Pelatihan ini diikuti sekitar 60 guru Sekolah Dasar di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Berperan sebagai trainer dan fasilitator dalam pelatihan tersebut yaitu Azizah dan Muhammad Asyari dari Tim Guru Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa.

Dalam pelatihan tersebut guru diajak untuk bisa kreatif mengemas kelas sehingga kelas terasa nyaman bagi siswa dalam mengiuti pembelajaran. Para pemateri menyampaikan kepada guru-guru beberapa cara agar kelas menjadi hidup dan tak membosankan bagi siswa. Kelas sebagai tempat terlama kegiatan pembelajaran benar-benar dirasakan sebagai istana oleh peserta didik dan juga guru.

Salah satu materi yang disampaikan yaitu teknik display atau dekorasi ruang kelas. Materi ini dirasa perlu karena suasana ruang kelas yang polos kerap membuat siswa merasa jenuh selama proses pembelajaran.

Suhaemi, guru SDN Cimanggu 2 mengaku berterima kasih kepada tim trainer dari SGI yang sudah bersedia berbagi ilmu tentang display. “Terima kasih banyak atas materi yang sangat bermanfaat ini. Saya belum pernah mendapatkan materi ini sebelumnya. Insya Allah pengetahuan ini akan saya terapkan di sekolah dan berharap anak-anak dapat belajar lebih bersemangat,” ujarnya.

Ari, team leader SGI Dompet Dhuafa Kabupaten Pandeglang menjelaskan, pelatihan ini merupakan materi suplemen bagi guru-guru dalam menjalankan kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. “Ini adalah salah satu implementasi dari Kurikulum 2013, di mana pengajar dituntut untuk lebih kretif. Melalui pelatihan ini kita berharap guru dan murid dapat menciptakan susara belajar yang nyaman dan cerita. Dengan demikian pelajaran akan lebih mudah diserap oleh anak-anak,” pungkasnya. [*]

Diposting oleh Dompet Dhuafa Banten01.05

Selasa, 07 Oktober 2014

Warga Gaza Terima Kurban Dompet Dhuafa

Diposting pada label:


GAZA, PALESTINA—Sekitar 2.500 keluarga di Gaza, Palestina mendapatkan hewan kurban dari program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa pada Hari Raya Idul Adha, Ahad (5/10) lalu. Gaza merupakan salah satu negara distribusi hewan kurban Dompet Dhuafa.

Total hewan kurban Dompet Dhuafa di Gaza yang telah didistribusikan hingga Senin (6/10) lalu berjumlah sebanyak 2 unta, 17 sapi, dan 123 domba. Saat ini, distribusi masih dilakukan untuk warga Gaza lainnya.

“Kami menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 500 ekor,” ujar Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini pada Ahad di Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Palestine Welfare House (PWH).PWH merupakan lembaga sosial di Palestina yang kegiatanya hampir sama seperti Dompet Dhuafa.

“Yayasan inilah yang membantu pihak Dompet Dhuafa secara teknis saat realisasi program ini di Gaza," ucapnya.

Dompet Dhuafa menargetkan penerima manfaat hewan kurban di Gaza mencapai 10.000 kepala keluarga. Selain Gaza, Dompet Dhuafa juga menebarkan hewan kurban di Filipina, Kamboja, Vietnam, Myanmar-Rohingya, Thailand dan Timor Leste. (gie)


Diposting oleh Dompet Dhuafa Banten00.36

Berita Terbaru