Selasa, 16 September 2014

Belajar dari Nabi Ibrahim

Diposting pada label:



“Kalau memang demikian, maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kami.” Begitulah jawaban Hajar ketika mengetahui bahwa Ibrahim meninggalkan ia dan Ismail di tengah padang pasir yang tiada apapun adalah perintah Allah. Kala itu Ismail masih dalam masa menyusui. Betapa bagaimana perasaannya, ketika anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya telah datang, Ibrahim diminta untuk membawa anak dan istrinya di tengah padang pasir yang panas kemudian meninggalkannya. Tetapi keyakinannya terhadap perintah Allah mengalahkan ujian yang mereka hadapi. Dan benar saja, setelah Hajar berlari-lari dari bukit shofa ke bukit marwa untuk mencari air, maka Allah melalui malaikatnya mengucurkan air zam-zam.

Ketika Ismail tumbuh besar, belum cukup cobaan Ibrahim. Beliau diperintahkan Allah untuk menyembelih anak kandung yang sangat disayangnya. Setan berusaha untuk meruntuhkan keyakinannya, tetapi sang anak yang mau disembelih justru menguatkan dan meyakinkannya. Pada akhirnya Ismail digantikan oleh Allah dengan domba dan dari situ muncul perintah berkurban bagi umat muslim. Begitulah nabi kita Ibrahim dan istrinya Hajar serta anaknya Ismail mengajarkan kepada generasi penerusnya akan nilai-nilai pengorbanan dan keyakinannya terhadap Allah secara totalitas.

Bagaimana bila kita menyikapi semua perintah Allah dengan keyakinan “Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kami”? Hanya satu, kita akan sangat totalitas dan penuh pengorbanan dalam menjalankannya. Diperintahkan shalat maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan, diperintahkan puasa maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan, diperintahkan zakat maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan, diperintahkan sedekah maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan, dan diperintahkan menyembelih hewan kurban maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan.

Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak menjalankan perintah Allah. Sudah tentu Allah tidak akan menyia-nyiakan kita terhadap apa yang Ia perintahkan kepada makhluknya. Allah telah memberikan contoh yang ekstrim melalui nabi Ibrahim agar kita betul-betul berusaha menjalankan perintah Allah semampu mungkin dan tidak mudah mengeluh terhadap segala ujian yang menimpa. [*]

Penulis: Imam Baihaqi

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru