Kamis, 02 Oktober 2014

Berdayakan Peternak Lokal, Harga Hewan Kurban Dompet Dhuafa Cendrung Lebih Stabil dan Murah

Diposting pada label:

Serang, DDBanten Sebagai lembaga pengelola dana zakat terbesar di Indonesia, Dompet Dhuafa (DD) terus menggulirkan program-program pemberdayaan, salah satunya di bidang ekonomi yaitu Kampoeng Ternak Nusantara (KTN). 

KTN merupakan jejaring DD yang bertugas mengembangkan program peternakan yang berbasis pada peternakan-peternakan rakyat (mustahik peternak) dengan visi terbangunnya sentra produksi peternakan untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri.

Disamping itu, kehadiran KTN diharapkan dapat mewujudkan kemandirian lembaga melalui penyelenggaraan bisnis peternakan dan turunannya yang profit, tumbuh, dan berkah. 

Di musim kurban saat ini, peran KTN sangat terlihat lewat program Tebar Hewan Kurban (THK) yang digulirkan Dompet Dhuafa semenjak 1997 yang lalu hingga saat ini. Dengan meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha, berpengaruh terhadap harga hewan yang melonjak tinggi. 

“Harga hewan kurban yang ditawarkan Dompet Dhuafa cenderung stabil dan lebih murah dibanding harga pasar. Ini dikarenakan DD mengambil hewan dari KTN yang dikelola dan dikembangkan sendiri oleh kelompok peternak binaan Dompet Dhuafa,” ungkap Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten Abdurrahman Usman, (2/10/2014).

Usman menjelaskan, distribusi hewan kurban THK didasari keinginan untuk mendistribusikan hewan kurban secara merata ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya di pelosok desa yang terpencil dan daerah tersebut terbelakang secara ekonomi dan wilayah. 

Selain itu, sambung Usman, distribusi hewan kurban juga disampaikan ke beberapa wilayah rawan pangan atau konflik serta bekas bencana di dunia.

''Program THK ini mengutamakan membeli hewan kurban dari para peternak binaan Dompet Dhuafa di desa-desa. Untuk Banten, program KTN hadir di Leuwidamar, Malingping, Suralaya, dan beberapa daerah lainnya,'' ujarnya. 

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa cabang Banten pun meluncurkan program Sedekah Ikan yang digandeng dengan program THK, di mana setiap berkurban melalui Dompet Dhuafa Banten, pekurban ikut bersedekah 1 kilogram bibit ikan untuk program Kolam Usaha Santri.

“Cita-cita utama Dompet Dhuafa memang ingin mengubah mustahik menjadi muzaki. Orang-orang yang tadinya terbiasa dengan tangan di bawah, diharapkan setelah menerima manfaat dari Dompet Dhuafa bisa berubah menjadi donatur. Itu sebabnya kita concern pada program pemberdayaan,” papar Usman.

Untuk pelaporan, Usman menyebutkan pekurban akan mendapatkan laporan tertulis dari masyarakat yang menerima langsung hewan kurban yang dikirimkan. Laporan berupa dokumentasi saat hewan kurban sebelum dipotong dan saat hewan kurban setelah dipotong serta lokasi penyalurannya. 

''Ini semua dilakukan sebagai bagian dari pertanggungjawaban kami sebagai pelaksana program Usman menjelaskan. 

Usman menilai, seiring dengan permintaan jumlah hewan di musim kurban, mestinya pemerintah menyediakan hewan kurban baik sapi dan kambing dalam jumlah yang cukup, sehingga harganya stabil tidak terpengaruh dengan banyaknya kebutuhan masyarakat. 
Kenyatannya setiap musim kurban atau lebaran Idul Adha harga sapi dan domba selalu naik. ''Inilah yang menyebabkan kami memiliki program pemberdayaan agar harga kambing atau sapi yang dimiliki Dompet Dhuafa tetap murah,'' papar Usman. 


0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru